Informasi Penting Hukum Islam Tentang Pernikahan

Bagi Anda umat muslim, ketahuilah dengan baik hukum Islam tentang pernikahan. pernikahan adalah suatu momen yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh masyarakat. Akan tetapi ternyata di dalam Islam menikah ini memiliki beberapa hukum yang berbeda. Tentu saja penerapan hukum ini memiliki maksud dan tujuan tertentu.

Islam mengatur tentang segala hal termasuk juga mengatur terkait dengan hukum pernikahan atau perkawinan. Untuk lebih lengkapnya Anda bisa mengakses pula situs ruangguru.co.id tersebut.  Hukum Islam tentang pernikahan ini bisa saja berubah tergantung dari kondisi masing-masing umat Islam. Oleh karena itu ada baiknya bila Anda mengetahui secara lengkap mengenai hal ini. Hukum asal atau hukum awal dari pernikahan adalah sunnah. Akan tetapi hukum ini bisa saja berubah tergantung dari kondisi yang terjadi. Pernikahan bisa menjadi suatu hal yang wajib apabila seorang muslim sudah tidak lagi bisa menahan hawa nafsunya. Biasanya hukum ini akan berlaku bagi mereka yang memiliki libido tinggi dan tidak bisa ditahan karena akan memungkinkan terjadinya perzinaan. Hukum wajib juga berlaku bagi umat muslim yang memiliki nadzar tertentu untuk melakukan pernikahan. hukum pernikahan menjadi sunnah saat sudah memenuhi keinginan dan juga memiliki bekal yang cukup untuk menafkahi istri. Akan tetapi hukum menikah ini juga bisa berganti menjadi makruh apabila seseorang tidak atau belum memiliki keinginan untuk menikah meskipun telah memiliki bekal yang cukup untuk pernikahan. Maka untuk kondisi seperti ini lebih baik tidak dipaksakan untuk menikah sesegera mungkin. Kondisi seperti ini biasanya ditemukan oleh masyarakat yang memang masih memiliki fokus atau tujuan lain dalam kehidupan sehingga belum terpikirkan untuk melakukan pernikahan.

Hukum Islam tentang pernikahan juga bisa menjadikan sebuah pernikahan menjadi haram saat tidak memiliki kemampuan untuk menunaikan hak-hak kepada suami maupun istri. Seperti misalnya tidak memiliki kemampuan untuk memberikan nafkah baik lahir maupun batin, dan lain sebagainya. pernikahan yang dilakukan juga akan menjadi haram manakala Anda menikah dengan orang-orang yang masih muhrim Anda atau memiiliki hubungan darah. Bahkan pernikahan yang dilakukan secara kontrak maupun dengan tujuan untuk menyakiti juga diharamkan di dalam Islam.