Perbedaan Bordir Komputer dan Bordir Manual

Perkembangan seni bordir pada pakaian saat ini menuntut agar bordir tidak hanya dikerjakan pada pakaian saja namun fashion item lain seperti kaos, mukena, bahkan sepatu. Pengerjaan bordir secara manual membutuhkan waktu yang relatif lama apalagi jika item di mana bordir akan dibubuhkan menjadi semakin beragam, tentu saja tingkat kesulitannya menjadi beragam pula. Jika dikerjakan dengan bordir manual, sangat dibutuhkan skill pembordir agar bordir yang dihasilkan sesuai dengan permintaan pasar dan dalam waktu yang relatif singkat sementara skill setiap pembordir berbeda-beda. Oleh karena latar belakang tersebut, bordir komputer berkembang yakni dengan memanfaatkan komputer dari proses pembuatan desain sampai pencetakan dengan harapan hasil bordir tepat sesuai yang diinginkan dengan waktu pengerjaan yang singkat.

 

Sebenarnya apa saja perbedaan antara bordir komputer dan bordir manual?

Ada beberapa perbedaan antara bordir komputer dengan bordir manual. Secara keseluruhan jasa bordir komputer olxperbedaan antara keduanya yaitu alat yang digunakan dan waktu pengerjaan.

 

  1. Alat yang digunakan

Bordir komputer memerlukan setting alat antara lain komputer, software untuk desain dan untuk melakukan perintah pencetakan, dan mesin pencetak otomatis yang membutuhkan tenaga listrik. Bordir manual dapat dilakukan dengan peralatan yang lebih sederhana seperti kertas kalkir untuk desain, dan proses pembordiran dikerjakan dengan tangan atau dengan alat bordir manual yang digerakkan oleh manusia.

 

  1. Desain

Pengerjaan awal untuk melakukan bordir dengan komputer yaitu pembuatan desain yang mana tahapan tersebut dapat dikatakan tidak ada jika dikerjakan dengan bordir manual. Desain dengan komputer dapat dibuat, diedit, dan diatur disesuaikan dengan objek di mana bordiran akan dicetak dengan mempertimbangkan warna, ukuran, dan jenis kain yang digunakan. Desain pada bordir manual digambarkan pada kertas kalkir atau langsung pada kain. Pada bordir manual gambaran hasil akhir bordiran baru terlihat ketika bordir hampir selesai dibuat sehingga lebih sulit diperhitungkan kekeliruan yang mungkin terjadi misalnya ukuran yang terlalu besar atau warna yang kurang pas. Perlu latihan dan pengalaman agar bordir manual yang dihasilkan sesuai dengan yang diharapkan.

 

  1. Waktu pengerjaan

Lama waktu pengerjaan menjadi keunggulan bordir komputer. Dengan bordir komputer, proses pencetakan menggunakan mesin dengan satuan yang umum digunakan adalah SPM “stitch per minutes”. Apabila nilai SPM semakin tinggi maka semakin cepat pengerjaan dan dijalankan secara otomatis. Dengan begitu, dapat diperkirakan jumlah produksi per hari berdasarkan kerumitan desain bordir dan kapasitas kemampuan mesin pencetak yang digunakan. Berbeda dengan bordir manual yang menuntut keahlian dan ketelitian pembordir sehingga dibutuhkan waktu yang lebih lama dan lebih sulit diperhitungkan jumlah produksi perhari.

 

Meskipun demikian, bordir komputer juga memiliki kelemahan misalnya modal yang dibutuhkan lebih banyak dibandingkan bordir manual serta pekerja harus memahami cara mengoperasikan komputer. Kelemahan lain dari bordir dengan menggunakan komputer dibanding bordir manual yaitu kekuatan hasil bordir yang dihasilkan. Perlu kehati-hatian dalam memilih mesin pencetak bordir, karena jika mesin yang digunakan kurang bagus, hasil bordiran akan lebih mudah terburai jika dibandingkan bordir manual. Berdasarkan penjabaran tersebut, gambaran sementara yang didapat bahwa bordir dengan mesin jauh lebih menguntungkan dibandingkan bordir manual apabila yang dikejar adalah jumlah produksi, namun jika dilihat dari segi nilai seni bias jadi bordir manual lebih unggul misalnya karena produk yang dihasilkan satu dengan yang lain akan tidak sama atau bisa dikatakan limited.