Pungutan Liar Di TPU Ciracas

tpu ciracas

Tahun 2016 pungutan liar di TPU Ciracas menjadi diketahui masyarakat luas.

Ya, fenomena jual beli lahan makam mahal di Jakarta memang kerap membuat masyarakat kesal.

Bagaimana tidak, keadaan berduka ketika kehilangan anggota keluarga yang dikasihi masih ditambah lagi harus mengeluarkan banyak biaya yang seharusnya tidak dikeluarkan.

Inilah fakta nyata yang ada di Ibu Kota. Bahwa lahan makam ternyata bisa menjadi objek pungutan liar. Mengingat sempitnya lahan makam yang tersisa di Jakarta termasuk di Jakarta Timur, pungutan liar seolah menjadi lebih terbuka.

Warga yang bisa membayar sejumlah uang yang diminat oleh para oknumlah yang bisa memakamkan keluarganya di sebuah TPU termasuk di Ciracas.

Biaya yang diminta pun tidak tanggung-tanggung. Yang seharusnya warga hanya mengeluarkan biaya ratusan ribu, bisa diminta hingga total 3 juta rupiah. uang segini mending buat beli makam di San diego Hills aja dah

Angka ini hanya dari satu keluarga saja yang sedang kehilangan orang yang terkasih.

Berapa pundi-pundi rupiah per satu TPU untuk satu bulannya? Sangatlah banyak uang yang bisa dikumpulkan oleh para oknum.

TPU Ciracas merupakan TPU yang tidak begitu terekspos. Mengingat luas area pemakaman di tempat pemakaman ini tidak sampai 1 hektar.

Berbeda dengan pemakaman lain yang berukuran sangat luas, pastinya lebih sering diperhatikan oleh banyak orang.

Inilah yang membuat TPU Ciracas ini seolah tidak tersentuh oleh para pengawas. Dan ternyata, sejak tahun 2016 kasus pungutan liar diekspos oleh banyak media, TPU Ciracas pun tidak mengalami banyak perubahan.

Padahal, ketika pungutan liar terus dibiarkan akan mengakibatkan sejumlah kerugian yang dirasakan warga. Beberapa kerugian jika pungutan liar TPU Ciracas ini terus dibiarkan misalnya sebagai berikut:

Ada Oknum Yang Bermain

Bagi warga kelurahan Ciracas tentunya TPU Ciracas menjadi TPU yang paling dekat. Namun jika tidak memiliki sejumlah uang yang diminta oleh para oknum, mau tidak mau tentu harus mencari TPU lain yang bisa menerima pemakaman tanpa harus menyetorkan uang hingga jutaan rupiah.

Padahal, dimana-mana lahan makam di Jakarta sudah semakin sempit. Belum lagi biaya transportasi pun juga mahal jika warga harus mencari TPU lain.

Makam Tumpuk di Ciracas

Fenomena lahan makam yang diperjual belikan seenaknya oleh para oknum pengelola TPU akan membuat makam tumpuk menjadi opsi. Padahal, tentu saja pihak keluarga tidak ingin memberikan tempat peristirahatan berupa menumpuk makam walaupun masih satu keluarga.

Semakin banyaknya makam fiktif

Jika pungutan liar terus dibiarkan, dan para oknum terus bermain-main maka makam fiktif akan terus dibuat.

Perlu diketahui, laham makam diseluruh Jakarta yang sudah semakin sempit ternyata banyak ditemukan makam yang sebenarnya tanpa ada isi jenazah.

Fenomena makam fiktif ini ditemukan sejak beberapa tahun terakhir dan terus dibongkar oleh dinas yang berwenang. Namun jika para oknum di masing-masing TPU dibiarkan terus bermain-main dan melakukan pungli, bukan tidak mungkin jual beli lahan makam akan terus berlangsung.

Perubahan di TPU Ciracas

Menurut kepala dinas yang membawahi seluruh TPU di Jakarta, pihaknya telah melakukan evaluasi.

Mereka dari dinas pun berjanji akan mencopot para oknum petugas TPU yang terbukti bermain-main dengan mematok harga diluar peraturan daerah tidak terkecuali di TPU Ciracas.

Jika terbukti ada oknum yang mengharuskan warga membayarkan sejumlah uang dengan jumlah yang sangat tinggi, maka oknum tersebut bisa diberhentikan secara tidak hormat. Meski demikian, menghilangkan praktek pungli di TPU juga harus didukung oleh warga.

Walaupun sedang berduka, harus bisa mengusahakan untuk tidak mau membayar uang diluar biaya yang diatur dalam peratuan daerah.